Senin, 24 Maret 2025

Pemkot Semarang dan Tanoto Foundation Kolaborasi Tingkatkan Literasi dan Numerasi

 

Ilustrasi: Antara 


Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pendidikan (Disdik) bekerja sama dengan Tanoto Foundation dalam upaya meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa, sebagai bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045.

Kepala Disdik Kota Semarang, Bambang Pramusinto, mengatakan bahwa berbagai pelatihan akan diberikan kepada para guru agar mereka bisa lebih efektif dalam mengajarkan literasi dan numerasi di sekolah.

"Kami akan berkolaborasi dengan berbagai pihak, salah satunya Tanoto Foundation, untuk memastikan program ini berjalan maksimal," ujarnya dalam sebuah diskusi bertajuk Kolaborasi Media dalam Membangun Kesadaran Publik tentang Literasi dan Numerasi yang digelar Tanoto Foundation, Kamis (13/3).

Selain pelatihan, Pemkot Semarang dan Tanoto Foundation juga meluncurkan sistem pemantauan bernama Pemuda Hebat, yang akan digunakan untuk melihat perkembangan literasi dan numerasi siswa secara langsung.

"Data ini bisa jadi acuan bagi kami dan para guru untuk mengetahui sejauh mana tingkat literasi dan numerasi siswa serta langkah apa yang perlu diambil selanjutnya," tambah Bambang.

Saat ini, menurutnya, tingkat literasi dan numerasi siswa SD dan SMP di Semarang berkisar antara 70 hingga 85. Ia menilai masih ada ruang untuk peningkatan agar mencapai standar yang lebih baik.

Sementara itu, Java Regional Lead Tanoto Foundation, Medi Yusva, menjelaskan bahwa pihaknya akan membantu penguatan kapasitas guru dan penyediaan sistem berbasis data untuk mendukung kebijakan pendidikan di daerah.

"Kami ingin memastikan setiap siswa, terutama kelas III SD, memiliki kemampuan literasi dan numerasi dasar yang kuat, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah," katanya.

Dalam upaya meningkatkan minat baca, Tanoto Foundation juga membekali para guru dengan keterampilan membuat buku cerita lokal berbasis kecerdasan buatan (AI). Rohmadi Purwono, fasilitator Program PINTAR Tanoto Foundation, mengatakan bahwa teknologi ini membantu guru menciptakan cerita dengan ilustrasi otomatis.

"Banyak guru mengalami kendala dalam menggambar ilustrasi, jadi dengan bantuan AI, mereka bisa lebih mudah menghasilkan cerita bergambar yang menarik," ujar Rohmadi, yang juga guru di SD Negeri Sadeng 02 Semarang.

Program ini telah berjalan selama satu bulan dengan pertemuan langsung maupun daring. Sejauh ini, sebanyak 44 buku cerita telah diterbitkan dan tersedia di perpustakaan digital milik Perpusda Kota Semarang.

Sumber: Antara . (2025). Pemkot Semarang gandeng Tanoto Foundation, kembangkan literasi-numerasi.
Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor : Teguh Imam Wibowo
Disunting ulang oleh : Ainaul Mardiyah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar