Senin, 24 Maret 2025

Mahasiswa Bandung Gelar Aksi Tolak UU TNI di DPRD Jawa Barat

Ilustrasi: Cnn Indonesia 

Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Bandung menggelar aksi unjuk rasa menolak pengesahan Undang-Undang (UU) TNI di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jumat (21/3). Massa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah Jawa Barat mulai berkumpul sejak pukul 16.00 WIB.

Pantauan di lokasi, aksi berlangsung dengan orasi dan pembentangan spanduk penolakan. Namun, suasana sempat memanas ketika massa membakar ban, menyalakan flare, serta melempar botol dan petasan.

Koordinator aksi, Ahmad Siddiq, menyatakan bahwa mahasiswa turun ke jalan sebagai bentuk protes terhadap pengesahan UU TNI yang dinilai berpotensi mengancam tatanan sipil.

"Kami menuntut DPR untuk mencabut UU TNI yang sudah disahkan. Pasal 47 yang mengatur penempatan prajurit aktif di kementerian dan lembaga sipil berpotensi mengaburkan batas antara militer dan sipil," ujar Siddiq dalam orasinya.

Menurutnya, keberadaan TNI dalam ranah sipil bisa menimbulkan permasalahan serius bagi demokrasi dan hak-hak masyarakat.

"Fungsi utama TNI adalah menjaga pertahanan negara, bukan masuk ke urusan sipil. Jika ini dibiarkan, bagaimana dengan nasib rakyat?" tambahnya.

Mahasiswa juga menyoroti minimnya keterlibatan publik dalam proses pembahasan dan pengesahan UU TNI. Siddiq menilai DPR tidak menjalankan fungsinya sebagai representasi rakyat secara maksimal.

"Seharusnya ada pembahasan yang lebih terbuka dengan melibatkan masyarakat. Kalau DPR benar-benar wakil rakyat, kenapa suara rakyat tidak didengar?" tegasnya.

Aksi ini berlangsung hingga menjelang malam dengan pengamanan ketat dari aparat kepolisian. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari DPRD Jawa Barat terkait tuntutan mahasiswa.


Sumber: Cnn Indonesia. (2025) . Demo Tolak UU TNI, Mahasiswa se-Bandung Geruduk DPRD Jabar.
Disunting ulang oleh : Ainaul Mardiyah


Siti Naswa Sumbang Emas untuk Indonesia di Olympics Winter World Games 2025

 

                                                                      Ilustrasi: Antara

Atlet Indonesia, Siti Naswa, berhasil meraih medali emas dalam kategori speciality solo dance sport di Olympics Winter World Games 2025 yang berlangsung di Palazzo delle Fester, Bardonecchia, Italia, pada Kamis (13/3).

Selain Naswa, Anastasia Aresyenan Bwariat juga turut menyumbangkan medali perunggu untuk Indonesia, sementara Muhammad Aden Aryadippa menempati posisi keempat di kategori yang sama.

Charge d’Affaires KBRI Roma, Tika Wihanasari, mengapresiasi pencapaian para atlet Indonesia, menekankan bahwa kemenangan ini bukan hanya soal medali, tetapi juga bukti semangat juang dan ketekunan dalam menghadapi tantangan.

Dalam penampilannya, Naswa yang berasal dari Kalimantan Selatan membawakan tarian Tari Dayak Modern berjudul Flying High, yang memadukan unsur tradisional dengan gerakan kontemporer. Sementara itu, Tasya memukau penonton dengan tarian khas Betawi, Ondel-Ondel.

Ketua Delegasi Indonesia, Mugaera Djohar Yusuf, menyatakan bahwa meskipun tim Indonesia hanya terdiri dari empat atlet, dua pelatih, satu dokter, dan satu ketua delegasi, mereka tetap solid dan mampu membuktikan bahwa Indonesia bisa bersaing di tingkat dunia.

Olympics Winter World Games merupakan ajang olahraga internasional bagi individu dengan disabilitas intelektual, yang bertujuan mendorong inklusi dan memberikan kesempatan bagi atlet untuk berkompetisi sesuai kemampuan mereka.

Tim Indonesia masih akan berlaga dalam kategori duo dan beregu pada Jumat, 14 Maret, dengan harapan dapat menambah perolehan medali bagi Merah Putih.



Sumber: Antara . (2025) .Siti Naswa raih emas dance sport di Olympics Winter World Games 2025.

Pewarta: Fajar Satriyo

Editor: Junaydi Suswanto

Disunting ulang oleh : Ainaul Mardiyah



Pemkot Semarang dan Tanoto Foundation Kolaborasi Tingkatkan Literasi dan Numerasi

 

Ilustrasi: Antara 


Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pendidikan (Disdik) bekerja sama dengan Tanoto Foundation dalam upaya meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa, sebagai bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045.

Kepala Disdik Kota Semarang, Bambang Pramusinto, mengatakan bahwa berbagai pelatihan akan diberikan kepada para guru agar mereka bisa lebih efektif dalam mengajarkan literasi dan numerasi di sekolah.

"Kami akan berkolaborasi dengan berbagai pihak, salah satunya Tanoto Foundation, untuk memastikan program ini berjalan maksimal," ujarnya dalam sebuah diskusi bertajuk Kolaborasi Media dalam Membangun Kesadaran Publik tentang Literasi dan Numerasi yang digelar Tanoto Foundation, Kamis (13/3).

Selain pelatihan, Pemkot Semarang dan Tanoto Foundation juga meluncurkan sistem pemantauan bernama Pemuda Hebat, yang akan digunakan untuk melihat perkembangan literasi dan numerasi siswa secara langsung.

"Data ini bisa jadi acuan bagi kami dan para guru untuk mengetahui sejauh mana tingkat literasi dan numerasi siswa serta langkah apa yang perlu diambil selanjutnya," tambah Bambang.

Saat ini, menurutnya, tingkat literasi dan numerasi siswa SD dan SMP di Semarang berkisar antara 70 hingga 85. Ia menilai masih ada ruang untuk peningkatan agar mencapai standar yang lebih baik.

Sementara itu, Java Regional Lead Tanoto Foundation, Medi Yusva, menjelaskan bahwa pihaknya akan membantu penguatan kapasitas guru dan penyediaan sistem berbasis data untuk mendukung kebijakan pendidikan di daerah.

"Kami ingin memastikan setiap siswa, terutama kelas III SD, memiliki kemampuan literasi dan numerasi dasar yang kuat, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah," katanya.

Dalam upaya meningkatkan minat baca, Tanoto Foundation juga membekali para guru dengan keterampilan membuat buku cerita lokal berbasis kecerdasan buatan (AI). Rohmadi Purwono, fasilitator Program PINTAR Tanoto Foundation, mengatakan bahwa teknologi ini membantu guru menciptakan cerita dengan ilustrasi otomatis.

"Banyak guru mengalami kendala dalam menggambar ilustrasi, jadi dengan bantuan AI, mereka bisa lebih mudah menghasilkan cerita bergambar yang menarik," ujar Rohmadi, yang juga guru di SD Negeri Sadeng 02 Semarang.

Program ini telah berjalan selama satu bulan dengan pertemuan langsung maupun daring. Sejauh ini, sebanyak 44 buku cerita telah diterbitkan dan tersedia di perpustakaan digital milik Perpusda Kota Semarang.

Sumber: Antara . (2025). Pemkot Semarang gandeng Tanoto Foundation, kembangkan literasi-numerasi.
Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor : Teguh Imam Wibowo
Disunting ulang oleh : Ainaul Mardiyah

Minggu, 23 Maret 2025

Fakultas Hukum Unissula Siapkan Kelas Internasional untuk Mahasiswa Dalam dan Luar Negeri

 
                                                              Ilustrasi: Antara 

Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang akan membuka kelas internasional sebagai bagian dari upaya memperluas kerja sama akademik dengan perguruan tinggi di berbagai negara.

Dekan Fakultas Hukum Unissula, Dr. Jawade Hafidz SH.MH , menyatakan bahwa program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memperkuat jaringan dengan universitas di Asia, Eropa, dan Australia. Salah satu langkah konkret yang telah disiapkan adalah pengiriman mahasiswa ke Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir, pada April 2025 untuk mengikuti program belajar selama satu bulan.

Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mendapatkan wawasan yang lebih luas tentang hukum Islam dalam berbagai aspek, seperti perdata, pidana, bisnis, dan pertanahan. Selain itu, kelas internasional akan melibatkan dosen dari luar negeri dan menerima mahasiswa asing yang ingin mendalami ilmu hukum di Unissula. Saat ini, beberapa mahasiswa dari Mesir, Pakistan, Maroko, dan Somalia telah mengikuti perkuliahan di Fakultas Hukum Unissula.

Sementara itu, Wakil Dekan Fakultas Hukum Unissula, Dr. Widayati, mengungkapkan bahwa dalam acara pelepasan lulusan periode Maret 2025, sebanyak 262 mahasiswa berhasil menyelesaikan studi mereka, terdiri dari lulusan program sarjana, magister ilmu hukum, magister kenotariatan, dan doktor ilmu hukum.

Dengan adanya program kelas internasional, Fakultas Hukum Unissula berharap dapat semakin meningkatkan daya saing di tingkat global serta memberikan pengalaman akademik yang lebih kaya bagi mahasiswa dan dosen.



Sumber: Antara. (2025). Fakultas Hukum Unissula buka kelas Internasional.

Pewarta: Zuhdiar Laeis

Editor: Edhy Susilo

Disunting ulang oleh : Ainaul Mardiyah